24 September 2013

Jebret, Kekayaan Bahasa Indonesia di Sepak Bola

Final piala AFF U-19 yang membawa Indonesia juara setelah mengalahkan Vietnam turut melambungkan kata "jebret". Kamus Besar Bahasa Indonesia belum mencatumkan kata "jebret". Lalu, apa itu "jebret"?

Editor bahasa, Suhardi mengatakan "jebret" merupakan tiruan bunyi alias onomatope benturan dua benda keras. "Jebret", kata Suhardi, lebih cocok untuk tiruan sabetan seperti bulu tangkis, tapi sah untuk sepak bola. Reporter TV Inggris biasanya pakai kata 'bang'," ujarnya. "Jadi bahasa Indonesia lebih kaya."

"Jebret" dipopulerkan Valentino Simanjuntak, komentator di final piala AFF. Ia selalu meneriakkan "jebret" ketika tim nasional membuat gol. Valentino bahkan sering mengutip kalimat orang terkenal seperti Bung Karno. Gol kemenangan sekaligus juara Indonesia kemarin diiringi kalimat heroik Valentino. "Berikan aku seribu orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku satu pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia"

Dalam kolom bahasa di Tempo, Suhardi pernah menulis soal kekayaan bahasa Indonesia dalam sepak bola. Sepak bola adalah olahraga keras--begitu banyak benturan tubuh antarpemain--bisa dimaklumi jika pertandingan sepak bola kerap diwartakan sebagai pertunjukan kekerasan. "Maka wartawan pun bebas bermain dengan kata-kata untuk melukiskan pertandingan, mengeksploitasi begitu banyak kata untuk menghasilkan efek tertentu."

Bahkan tindakan yang dilarang hukum negara dan agama, seperti mencuri, merampas (bola), menipu (wasit), merampok (kemenangan), dan membunuh (tim lawan), sah-sah saja terjadi di lapangan sepak bola. Kata-kata "tabu" pun, seperti mengangkangi dan memerawani, bisa muncul dalam berita olahraga. Misalnya, "Vieira memerawani gawang Buffon" (karena belum satu pun pemain lawan yang bisa menggetarkan jala Italia). Dan semuanya dihimpun menjadi susunan bahasa yang indah oleh para pewarta.

Lalu bagaimana "jebret" dan "jeger"? Suhardi menambahkan "jeger" dan "jebret" sangat mewakili emosi penonton yang sangat mengiginkan gelar AFF setelah 22 tahun. "Tak bermakna tapi orang bisa paham," ujarnya.

Bahasa jebret ini, ujar Suhardi, berbeda dengan bahasa Vicky Prasetyo, mantan tunangan Zaskia Gotik. Bahasa Vicky heboh karena menggunakan istilah seperti "harmonisasi", "kudeta hati", "labil ekonomi". dan lain-lain. Kata Suhardi, bahasa Vicky secara leksikal bermakna. "Tapi secara gramatikal kacau sehingga pendengar tak paham."





14 Agustus 2013

6 Kisah Sepakbola Yang Jarang Terungkap

  
Banyak kisah di dunia sepakbola yang jarang kita ketahui. Mulai dari pesepakbola profesional yang hanya memiliki satu tangan, hingga negara yang dilarang tampil di Piala Dunia karena enggan menggunakan sepatu sepakbola atau alas kaki.
Berikut 6 (enam) kisah menarik di dunia sepakbola yang jarang kita ketahui seperti dikutip dari Stuff :

 
Wasit
foto : ilustrasi
1. Pemain Dengan Satu           Tangan
Robert Schlienz merupakan salah satu legenda VfB Stuttgart dengan mencetak 143 gol dari 391 pertandingan selama 1945 hingga 1960. Pada 14 Agustus 1948, tangan kiri Schlienz harus diamputasi karena mengalami kecelakaan mobil saat perjalanan ke stadion. Namun, karier Schlienz tidak tamat. Pelatih Georg Wurzer tetap memainkannya, meski bukan sebagai striker melainkan gelandang serang.

Meski tidak memiliki anggota tubuh yang sempurna, Schlienz tetap ditunjuk sebagai kapten tim. Schlienz bahkan membawa Stuttgart juara Liga Jerman pada 1950 dan 1952, serta Piala Jerman pada 1954 dan 1958. Pada 1955         dan 1956, Schlienz bahkan dipanggil memperkuat timnas Jerman Barat oleh pelatih Sepp Herberger. Total, Schlienz mengoleksi tiga caps.

2. Lagu The Beatles Jadi Julukan Klub 
The Beatles merupakan salah satu band terkenal sepanjang sejarah musik dunia. Pengaruh band asal Inggris itu juga terasa di dunia sepakbola. Terbukti, ada 27 klub sepakbola profesional yang menjadikan lagu The Beatles sebagai julukan tim. Yang paling terkenal adalah klub Spanyol, Villarreal, dengan julukan The Yellow Submarine.

Klub asal Spanyol yang juga memiliki julukan dari lagu The Beatles adalah Real Madrid. Pada era 1960an, tim Madrid diisi oleh pemain asal Spanyol sepenuhnya. Di bawah asuhan Miguel Munoz, ketika itu Madrid merebut 9 gelar La Liga dan satu European Cup (kini Liga Champions).
Generasi tim Madrid itu dijuluki suporter sebagai tim "Ye-ye". Julukan itu diambil dari  "Yeah, yeah, yeah", chorus lagu The Beatles berjudul "She Loves You".

3. Nasib Bayern Munich
Bayern merupakan klub tersukses di Jerman saat ini dengan koleksi 23 gelar Bundesliga. Namun, pada awal digelarnya Bundesliga pada 1963, Bayern tidak terpilih oleh Federasi Sepakbola Jerman (DFB) untuk bermain di kompetisi. 

DFB justru memilih TSV 1860 Muenchen yang ketika itu memenangi gelar Oberliga South. Bayern baru bermain di Bundesliga tiga tahun kemudian, dengan pemain-pemain tenar seperti Franz Beckenbauer, Gerd Mueller dan Sepp Maier.

4. Tanpa Alas Kaki
Pada 1950, timnas India mundur dari ajang Piala Dunia karena dilarang bermain tanpa sepatu sepakbola atau alas kaki. Ketika itu, bermain sepakbola tanpa alas kaki merupakan hal yang biasa. Bahkan, timnas India bermain di Olimpiade 1948 tanpa alas kaki, meski sudah ada larangan dari FIFA.

Federasi Sepakbola India (AIFF) berdalih timnas India mundur dari Piala Dunia 1950 karena tidak punya biaya pergi ke Brasil, meski FIFA sudah menjamin seluruh akomodasi. Kapten timnas India kala itu, Shailen Manna, mengatakan cerita menolak bermain di Piala Dunia karena larangan bermain tanpa alas kaki adalah untuk menutupi keputusan AIFF.

5. Pemain Diculik Rekan Satu Tim
Striker Elisha Banda yang bermain untuk tim asal Zimbabwe, Cone Textiles, diculik oleh rekan setimnya selama 8 hari karena memutuskan untuk bergabung dengan klub rival. Selama 8 hari tersebut, Banda disiksa dan dicekoki narkotika. Banda ditemukan dalam kondisi terikat di luar wilayah ibukota Zimbabwe, Harare.

6. Wasit Kartu Merah Diri Sendiri
Pada 1998, wasit asal Inggris, Martin Sylvester, mengusir dirinya sendiri setelah memukul seorang pemain pada pertandingan amatir di Andover and District Sunday League.